Selasa, 20 Agustus 2024

 Teks Drama

 

Pengertian Drama

Tapi, sebelum membahas materi teks drama, kamu perlu memahami dulu nih, apa itu drama, ya. Drama berasal dari bahasa Yunani, yaitu draomai yang berarti ‘berbuat, berlaku, bertindak, beraksi, dan sebagainya’. Drama juga bisa berarti perbuatan, tindakan atau action.

Jadi, bisa disimpulkan, pengertian drama adalah sebuah lakon atau cerita berupa kisah kehidupan dalam dialog dan lakuan tokoh yang berisi konflik.

Dalam KBBI, drama memiliki beberapa pengertian, di antaranya sebagai berikut:

  1. Drama diartikan sebagai syair atau prosa yang menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (acting) atau dialog yang dipentaskan.
  2. Drama adalah cerita atau kisah yang melibatkan konflik atau emosi, yang khusus disusun untuk pertunjukan teater.
  3. Drama adalah kisah kehidupan manusia yang dikemukakan dalam pentas berdasarkan naskah, menggunakan percakapan, gerak laku, unsur-unsur pembantu (dekor, kostum, rias, lampu, musik), serta disaksikan oleh penonton.

Teks drama pada umumnya digunakan sebagai naskah lakon dari para pemeran drama, berupa alur-alur cerita, dan elemen apapun yang mendukung dalam sebuah pementasan drama.

Ciri-Ciri Teks Drama

Terus, apa saja sih ciri-ciri teks drama itu? Saat ingin membuat teks drama, tentu kamu perlu memahami karakteristik atau ciri-cirinya, ya. Berikut ciri-ciri teks drama yang bisa kamu perhatikan:

  1. Memiliki cerita berbentuk dialog, baik yang dituturkan oleh narator maupun tokoh.
  2. Memiliki instruksi khusus yang harus dilakukan oleh aktor saat memerankan tokoh di dalamnya dan biasanya ditulis dalam tanda kurung.
  3. Membuat banyak konflik dan aksi.
  4. Teks drama berada di atas atau samping kiri dialog.
  5. Teks drama harus diperankan atau dipentaskan oleh manusia melalui lisan, ekspresi wajah, dan gerakan tubuh.
  6. Biasanya didukung oleh pencahayaan dan musik.
  7. Biasanya dipentaskan dengan durasi kurang dari tiga jam.
  8. Memerlukan latihan khusus sebelum dipentaskan.

Unsur-Unsur Teks Drama

Nah, selain ciri-ciri, teks drama juga mengandung beberapa unsur di dalamnya. Unsur-unsur teks drama terbagi menjadi unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Yuk, simak masing-masing penjelasannya berikut ini!

a. Unsur Intrinsik Teks Drama

Unsur intrinsik teks drama adalah unsur-unsur pembentuk drama yang terdapat di dalam teks drama. Contohnya seperti tema, latar, tokoh dan penokohan, dialog, babak, konflik, hingga amanat. Mari kita bahas satu per satu!

  • Tema

Hal pertama dan yang terpenting dari sebuah drama, ialah tema. Tema adalah gagasan utama yang menjalin struktur isi drama. Tema berkaitan dengan proses jalan cerita sebuah drama.

Beberapa contoh tema drama antara lain, kemanusiaan, nasionalisme, kasih sayang, persahabatan, dan sebagainya. Bagaimana sebuah drama disampaikan, akan bergantung dari bagaimana tema drama tersebut dipilih oleh penulisnya.

  • Latar

Setelah tema sudah ditetapkan, unsur teks drama selanjutnya ialah bagiamana latar dari drama tersebut. Latar adalah keterangan tentang tempat, waktu, dan suasana dalam drama.

  • Tokoh

Masuk ke unsur ketiga yang juga tidak kalah pentingnya, yakni mengenai tokoh. Tokoh adalah pemegang peran yang ada dalam cerita dan menggambarkan karakter atau watak dari perannya.

Sebuah drama akan bergantung pada tokoh, karena merekalah yang memerankan setiap karakter dalam cerita disebuah drama. Tokoh-tokoh tersebut juga yang bertanggung jawab dalam menyampaikan ide atau gagasan dari sebuah drama, agar dapat dicerna oleh penonton drama.

  • Penokohan

Selanjutnya, penulis drama juga harus menetapkan penokohan dalam teks drama. Penokohan adalah proses, cara, atau perbuatan menokohkan, dapat diartikan sebagai proses penciptaan citra tokoh dalam karya sastra.

Ada tiga jenis penokohan dalam drama. Pertama, tokoh protagonis atau tokoh utama. Kedua, tokoh antagonis, yaitu tokoh penentang protagonis. Ketiga, tokoh tritagonis, yaitu tokoh pendukung cerita.

Penokohan ini yang kemudian penting untuk menetapkan watak, perilaku, atau sifat utama dari masing-masing tokoh yang memerankan cerita dalam teks drama.

  • Amanat

Seperti yang kita bahas sebelumnya, jika ada suatu konflik atau masalah, pasti akan ada pesan yang bisa kita ambil dari kejadian tersebut. Disitulah fungsi dari amanat. Amanat adalah simpulan tentang ajaran atau pesan moral yang terdapat dalam drama. Amanat dalam drama bersifat ajaran moral dan mendidik. Sebuah drama dapat memiliki lebih dari satu amanat.

 

Struktur Teks Drama

Sebuah teks drama juga memiliki struktur yang menjadi kerangka pembuatan naskah. Struktur teks drama terbagi menjadi 3, yaitu prolog, dialog, dan epilog. Apa saja perbedaannya?

1. Prolog

Prolog adalah pembuka atau pengantar yang disampaikan oleh narator atau tokoh tertentu.

2. Dialog

Dialog adalah percakapan antartokoh yang menggambarkan cerita.

3. Epilog

Epilog adalah kata-kata penutup yang berisi simpulan atau amanat.

 

Sumber: RuangGuru

 

 

Selasa, 13 Agustus 2024

Teks Argumentasi

 Materi Teks Argumentasi

 

1. Membaca Kritis Teks Argumentasi

Membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis. Dalam kajian membaca dikenal banyak jenis membaca. Dilihat dari tujuan kedalamannya atau levelnya, membaca dapat digolongkan ke dalam membaca literal, membaca kritis, dan membaca kreatif. Pada pembahasan kali ini kita akan berfokus pada kemampuan membaca kritis.

Membaca kritis adalah sejenis membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh perhatian, mendalam, evaluatif, serta analitis. Dengan membaca kritis pembaca akan memahami lebih dalam apa yang dibacanya sehingga akan mempunyai pemahaman yang lebih baik terhadap isi teks yang dibacanya. Oleh karena itu, dalam membaca kritis dibutuhkan kemampuan memahami makna tersirat sebuah bacaan. Untuk itu, diperlukan kemampuan berpikir dan bersikap kritis.

Salah satu sumber yang bisa dijadikan rujukan dalam mengukur kemampuan membaca adalah dengan menggunakan taksonomi Barret. Menurut Barret, ada lima tahap kemampuan membaca. Tahap pertama adalah mengukur pemahaman literal. Pada tahap ini peserta didik diharapkan mempunyai kemampuan mengenal suatu fakta atau mengingat kembali sesuatu berupa fakta. Tahap kedua adalah kemampuan melakukan penataan atau reorganisasi teks yang dibaca oleh peserta didik. Pada tahap ini peserta didik diharapkan memiliki kemampuan menganalisis, menyintesis, menata ide- ide dan informasi yang diungkapkan secara eksplisit dalam bacaan. Tahap ketiga, yakni mengukur pemahaman inferensial. Pada tahap ini peserta didik diharapkan memiliki kemampuan untuk menggunakan ide atau informasi yang secara eksplisit tertuang dalam bacaan beserta dengan intuisi dan pengalaman pribadi yang dimilikinya sebagai dasar untuk memecahkan persoalan. Tahap keempat, yaitu tahap mengukur pemahaman evaluatif. Pada tahap ini peserta didik diharapkan memiliki kemampuan untuk memastikan dan menilai kualitas, ketelitian, dan kebergunaan atau kebermanfaatan ide yang terdapat dalam wacana. Tahap terakhir, yakni mengukur kemampuan apresiasi. Pada tahap ini peserta didik diharapkan memiliki kemampuan untuk menerapkan kepekaan emosional dan estetika yang dimilikinya dalam merespons bentuk, gaya, struktur, serta teknik pemaparan ide dalam bacaan.

Menurut Harras (1998: 45), untuk dapat melakukan kegiatan membaca kritis, ada empat macam persyaratan pokok, yaitu (1) pengetahuan tentang bidang ilmu yang disajikan dalam bahan bacaan yang sedang dibaca; (2) sikap bertanya dan sikap menilai yang tidak tergesa-gesa; (3) penerapan berbagai metode analisis yang logis atau penelitian ilmiah; dan (4) tindakan yang diambil berdasarkan analisis atau pemikiran tersebut.

 

2. Menemukan Ide Pokok dan Ide-Ide Pendukung dalam Teks Argumentasi

Secara umum paragraf dibentuk oleh dua unsur, yaitu ide pokok dan ide-ide penjelas. Ide pokok adalah ide atau gagasan yang menjadi pokok pengembangan paragraf. Ide pokok dituangkan dalam kalimat utama. Ide pokok dijelaskan dengan menggunakan ide-ide penjelas. Ide-ide penjelas tersebut dituangkan dalam kalimat-kalimat penjelas. Sebagai penjelas maka dalam satu paragraf minimal terdapat dua kalimat penjelas. Ide pokok biasanya terletak di awal atau di akhir paragraf. Ide pokok yang berada di awal paragraf disebut jenis paragraf deduksi. Adapun yang berada di akhir paragraf disebut paragraf induksi.

 

3.Menemukan Kalimat Faktta dan Kalimat Opini yang Digunakan dalam Teks Argumentasi

Paragraf argumentasi biasanya digunakan oleh penulis untuk menyampaikan opini berupa ide- ide atau gagasan-gagasannya tentang suatu hal. Agar pembaca mengikuti opini penulis, disertakan data berupa fakta-fakta. Karena itu, sebagai pembaca, kita harus dapat membedakan antara fakta dan opini sehingga informasi yang diperoleh tidak tercampur aduk antara fakta atau kenyataan dan sebuah pini atau pendapat.

Fakta adalah sesuatu hal yang benar-benar ada dan terjadi. Fakta sering juga disebut dengan kenyataan. Fakta dapat diperoleh melalui suatu pengamatan terhadap suatu objek atau peristiwa/kejadian tertentu. Kalimat fakta adalah suatu kalimat yang di dalamnya terdapat sebuah informasi yang sebenarnya dan dapat dibuktikan kebenarannya.

Berikut ini contoh kalimat fakta.

a. Salah satu daerah penghasil beras terbesar di Pulau Jawa adalah Jawa Barat.

b. Sekitar 70% penduduk Indonesia mengonsumsi beras sebagai sumber makanan pokok.

c. Sagu dikonsumsi oleh masyarakat di wilayah Papua dan sebagian Maluku.

Opini memiliki tiga pengertian yakni pendapat, pikiran, dan pendirian. Oleh karena itu, opini adalah pendapat atau pikiran seseorang yang belum tentu benar karena tidak/belum ada bukti kebenarannya. Kalimat opini adalah suatu kalimat yang berisi hasil gagasan, pendapat, atau perkiraan orang baik perorangan maupun kelompok.

Berikut ini contoh kalimat opini.

a. Pengembangan sagu sangat diperlukan untuk bisa menggantikan beras sebagai makanan pokok di Indonesia.

b. Sebagian orang Jepang mulai menyukai umbi ungu sebagai makanan pokok pengganti nasi.

c. Apabila Indonesia bisa meningkatkan kualitas beberapa jenis umbiumbian, dalam waktu dekat Indonesia bisa mengekspor ke beberapa negara di Eropa.

 

 

Selasa, 25 Januari 2022

TEKS BERITA

 TEKS BERITA

 

Materi : Bahasa Indonesia
Kelas : VIII


Capaian Pembelajaran :

Peserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari berbagai jenis teks misalnya teks deskripsi, narasi, puisi, eksplanasi dan eksposisi dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, kepedulian, empati atau pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik menggunakan sumber informasi lain untuk menilai akurasi dan kualitas data serta membandingkan informasi pada teks. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual yang dibaca dan dipirsa.
 

Breaking News, Windy Cantika Sumbang Medali Pertama Indonesia di Olimpiade
Tokyo 2020!



        Windy Cantika Aisah menjadi atlet Indonesia pertama yang berhasil meraih medali di Olimpiade Tokyo 2020. Windy Cantika Aisah merupakan atlet angkat besi putri Indonesia yang kini masih berusia 19 tahun. Turun di kelas 49 kg putri, Windy Cantika Aisah sukses meraih medali perunggu, Sabtu (24/7/2021) siang WIB. Windy Cantika Aisah berhak mendapatkan medali perunggu setelah menempati peringkat ketiga dengan total angkatan 194 kg. Total angkatan snatch terbaik Windy Cantika Aisah adalah 84 kg yang didapat pada kesempatan kedua. Adapun total angkatan clean & jerk terbaik Windy Cantika adalah 110 kg yang didapat pada kesempatan ketiga. Angkatan total Windy di Tokyo 2020 seberat 194 kg ini merupakan peningkatan besar dari event Kejuaraan Asia yang berlangsung di Tashkent, Uzbekistan, pada medio April 2021. Ketika itu, ia mengangkat total berat 189 kg dan berkat keberhasilan tersebut, Windy berhak mendapatkan satu tiket ke Olimpiade Tokyo ini. Windy uga merupakan pemenang medali emas pada SEA Games 2019.

1. Pengertian Teks Berita

Menurut Kamus Bahasa Indonesia (KBBI), berita adalah, kabar; cerita atau keterangan
mengenai kejadian atau peristiwa hangat.
Teks berita adalah suatu teks yang berisi informasi mengenai suatu hal, kejadian atau peristiwa yang terjadi dan masih hangat dibicarakan oleh banyak orang. Sebuah berita harus
berdasarkan fakta tapi tidak semua fakta diangkat menjadi sebuah berita

2. Fungsi teks berita 

Fungsi teks berita yaitu kita dapat memperoleh berbagai informasi mengenai suatu hal. Bertambahnya informasi berarti bertambah pula wawasan kita, sehingga kita dapat berfikir
secara menyeluruh, efektif, kreatif dan kritis terhadap suatu masalah yang terjadi di sekitar
kita. Dapat disimpulkan fungsi atau manfaat teks berita adalah untuk:
1) Mendapatkan informasi
2) Menambah wawasan
3) Sebagai pelajaran hidup

3. Ciri-ciri Teks Berita: 

1) Faktual berdasarkan atas kejadian yang sebenarnya (dapat dipercaya)
2) Aktual sesuatu yang sedang hangat dibicarakan (terkini)
3) Unik dan menarik
4) Seimbang yaitu bersifat netral dan tidak memihak
5) Sistematis dan lengkap
6) Komunikatif dan mudah dipahami oleh semua orang
7) Objektif bersifat apa adanya.
 

4. Jenis teks berita:

1) berita langsung (straight news)
2) berita mendalam (depth news)
3) berita penyelidikan/penelitian dari berbagai sumber (investigation news)
4) berita interpretatif / pendapat penulis (interpretative news)
5) berita opini / pendapat ahli (opinion news)
 

5. Unsur-unsur Teks Berita 

Dikenal dengan istilah 5W+1H.
1) apa (what) apa kejadian atau peristiwa yang diberitakan
2) siapa (who) siapa saja orang yang terlibat
3) kapan (when) kapan waktu kejadian
4) dimana (where) dimana tempat kejadian
5) mengapa (why), memuat alasan dan sebab akibat
6) bagaimana (how) menjelaskan proses terjadinya peristiwa
Dalam bahasa Indonesia sering juga disingkat dengan
ADIKSIMBA, yaitu: Apa, Dimana,
kapan, Siapa, Mengapa dan Bagaimana
 

6. Struktur Teks Berita 

1) Kepala Berita, disebut juga Judul Berita merupaka kata kunci yang mewakili keseluruhan
isi berita
2) Teras / Lead Berita, merupakan bagian yang sangat penting dari berita. Di dalam teras berita terangkum inti keseluruhan isi berita, berisi jawaban unsur 5W+1H
3) Tubuh Berita, merupakan tempat berita berada, di dalam tubuh berita inilah pembaca dapat mengetahui isi berita secara terperinci
4) Ekor Berita, berisi informasi tambahan. Bagian ini merupakan pelengkap dari sebua

Senin, 25 November 2019

Mendidik Anak di Era Digital








Judul Buku: Mendidik Anak di Era Digital
Pengarang: Anne Gracia, Maswita Djaja, Nirawaty Ninin, Nurbaeti Rachman, Syefriani    Damis, Gita Nur Patria, Sunarti, Hario Bismo, Widuri, Laila Ayu Karlina, Bukik Setiawan
Tahun Terbit: 2016
Penerbit: Direktorat Pembinaan Pendidikan

Ringkasan Buku: Buku "Mendidik Anak di Era Digital" berisi tentang bagaimana cara kita mengawasi anak-anak dalam penggunaan teknologi pada era digital seperti saat ini. Kita juga bisa mengetahui manfaat dan resiko penggunaan teknologi digital. Penggunaan teknologi digital secara tepat akan sangat bermanfaat bagi penggunanya, tetapi jika digunakan secara berlebihan akan mempunyai resiko negatif. Dalam masalah ini, tentu peran orang tua sangat penting, di dalam buku ini ada beberapa cara supaya orang tua bisa mengawasi anak anak dalam penggunaan teknologi, sehingga tidak terjerumus dalam hal-hal yang negatif.

Kelebihan Buku:
Buku ini tidak seperti buku lainnya, isi buku ini sangat singkat, padat, dan jelas. Tata letak tulisan pada buku ini juga tidak membosankan dengan disertai gambar atau animasi yang biasanya disukai oleh anak-anak, dan buku ini sangat mudah dipahami oleh anak-anak.

Kelemahan Buku:
Menurut saya tidak ada kelemahan di dalam buku ini. Karena buku ini sangat menarik untuk anak anak.

Saran:
Pertahankan model buku seperti ini, saya yakin anak-anak pasti tidak akan bosan untuk membaca apabila buku-buku lain menggunakan model buku seperti ini.